LAZ DKD

Pengembangan Peternakan Kebun Syafa’at: Pesantren TRQ Datangkan Kambing Perah Sapera dan Produksi Telur Ayam Elba Berjalan Stabil

Magelang, Februari 2026 — Kebun Syafa’at Pesantren Pesantren Tahta Royatil Qur’an terus mengembangkan sektor kemandirian ekonomi pesantren melalui penguatan unit peternakan. Pada awal Februari ini, Kebun Syafa’at menerima kedatangan enam ekor kambing perah jenis Sapera sebagai langkah awal pengembangan peternakan kambing perah.

Kambing yang didatangkan seluruhnya merupakan kambing Sapera betina yang telah dalam kondisi bunting dan siap melahirkan. Diperkirakan dalam kurun waktu 2 hingga 4 bulan ke depan, beberapa kambing tersebut akan mulai melahirkan, sehingga hasil susu kambing dapat segera dimanfaatkan. Susu kambing ini direncanakan untuk mendukung pendayagunaan usaha pesantren, baik untuk konsumsi internal santri maupun pengembangan usaha produktif berbasis peternakan.

Pengembangan peternakan kambing perah ini menjadi bagian dari visi pesantren dalam membangun kemandirian ekonomi berkelanjutan, sekaligus sebagai sarana edukasi kewirausahaan dan keterampilan beternak bagi para santri.

Di sisi lain, Kebun Syafa’at juga telah menjalankan peternakan ayam Elba yang saat ini sudah memasuki fase produksi telur secara stabil. Sebanyak empat ekor ayam Elba dipelihara dan mampu menghasilkan rata-rata tiga butir telur setiap hari. Hasil produksi telur tersebut turut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pesantren dan mendukung efisiensi operasional dapur santri.

Pengelola Kebun Syafa’at menyampaikan bahwa integrasi peternakan kambing perah dan ayam petelur ini diharapkan dapat menjadi fondasi kuat bagi pengembangan usaha pesantren ke depan. Selain meningkatkan kemandirian pangan, program ini juga diharapkan mampu memberikan nilai tambah ekonomi serta menjadi contoh praktik usaha produktif berbasis pesantren.

Melalui pengembangan peternakan yang terencana dan berkelanjutan, Kebun Syafa’at Pesantren TRQ berkomitmen untuk terus menghadirkan manfaat nyata bagi santri, pesantren, dan masyarakat sekitar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *