Oleh Ustadz Ahmad Kasban
Semua perintah agama itu melalui malaikat jibril kecuali sholat,langsung dari Allah. Awalnya sholat dilakukan sebanyak 50 kali tetapi nabi muhammad negoisasi menjadi 5 kali yang di perintahkan langsung oleh Allah SWT saat isra’ mi’raj.
Perintah Shalat adalah panggilan Allah, olehnya sebagai umat muslim wajib hukumnya melaksanakan perintah Allah subhanahu wa ta’ala. Shalat sebagai bentuk ketaqwaan umat kepada Allah, karena yang memberi nikmat kehidupan dimuka bumi adalah kuasa sang pencipta. sholat itu berat kecuali bagi mereka yang menikmati dan orang yang menunggu sholat itu orang yang masuk surga karena mereka cinta kepada allah.
Kenikmatan terbesar dalam sholat adalah khusyuk menghadap Allah SWT. Khusyuk dalam shalat berarti hadirnya hati ketika menghadap Allah dan tenangnya anggota badan, juga perkataan dan perbuatan orang yang shalat ikut dihadirkan sejak awal hingga akhir shalat dengan penghadiran dalam rangka pengagungan, pendekatan diri hamba kepada Allah, dan bahwasanya ia sedang bermunajat kepada Allah. Khusyuk ini bisa muncul ketika seseorang takut kepada Allah dan dekat dengan-Nya. Kedekatan dengan Allah ini dirasakan ketika seseorang benar-benar mengenal Allah, mencintai-Nya, khasyah (rasa takut berdasarkan ilmu) kepada-Nya, mengikhlaskan ibadah kepada Allah, khauf (takut), raja’ (berharap), itulah yang menyebabkan seseorang makin khusyuk. Khusyuk itu dihasilkan di dalam hati, lalu diikuti dengan khusyuk jawarih (anggota badan).
Sholat juga memiliki beberapa perbedaan tata caranya sesuai dengan mazhab masing-masing yang mengikuti ahlu sunnah waj jama’ah. contohnya di indonesia pergelangan tangan itu wajib ditutup( bagi perempuan) tetapi di negara lain pergelangan tangan tidak wajib di tutup(bagi perempuan). Jangan sampai beberapa perbedaan sedikit dalam melaksanakan sholat kita langsung menghakimi orang tersebut dengan sikap yang tidak pantas.