1. Tadabbur Surah Az-Zumar Ayat 53
“Katakanlah (Nabi Muhammad), wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap dirinya sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(QS. Az-Zumar: 53)
Poin Penting:
- Ayat ini adalah ayat penuh harapan (raja’), terutama bagi orang yang merasa banyak dosa.
- “Melampaui batas” artinya menzalimi diri sendiri dengan berbuat maksiat.
- Larangan berputus asa dari rahmat Allah, karena Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.
- Menjelang Ramadhan adalah momentum terbaik untuk kembali dan memperbaiki diri.
2. Makna Israf (Berlebihan)
- Makan atau minum yang berlebihan disebut israf.
- Israf adalah melampaui batas dalam hal yang hukum asalnya diperbolehkan.
- Ramadhan bukan hanya menahan lapar, tapi juga melatih pengendalian diri dari sikap berlebihan.
3. Menjaga Diri dari Melihat Keburukan Orang Lain
Tahapan dalam menyikapi keburukan orang lain:
- Melihat
- Mengingat
- Membahas
- Menambahi cerita
- Mengompori atau menyebarkan
Pesan penting:
- Fokus memperbaiki diri sendiri.
- Hindari gibah dan memperbesar kesalahan orang lain.
- Manajemen diri dimulai dari menjaga lisan dan hati.
4. Makna Takzir
- Takzir adalah hukuman yang tidak ada ketentuan khususnya dalam Al-Qur’an dan hadits.
- Bentuknya bisa berupa hukuman sosial, teguran, atau penjara.
- Tujuannya adalah mendidik dan memberi efek jera.
5. Surah Az-Zumar Ayat 54
“Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu, kemudian kamu tidak akan dapat ditolong.”
(QS. Az-Zumar: 54)
Pesan Utama:
- Segera kembali (bertaubat) sebelum terlambat.
- Berserah diri sepenuhnya kepada Allah.
- Jangan menunda kebaikan.
6. Makna Islam dalam Manajemen Diri
Islam berarti:
- Menyerahkan diri kepada Allah.
- Mengikhlaskan agama hanya untuk Allah.
- Segera melaksanakan perintah-Nya.
- Patuh dan tunduk terhadap apa yang Allah kehendaki.
Kesimpulan
Menjelang Ramadhan adalah waktu terbaik untuk:
- Tidak berputus asa dari rahmat Allah.
- Mengurangi sikap berlebihan (israf).
- Menjaga lisan dan hati dari membahas keburukan orang lain.
- Segera bertaubat dan kembali kepada Allah.
- Memaknai Islam sebagai kepatuhan total kepada-Nya.
Semoga Ramadhan kali ini menjadi momentum perubahan diri yang lebih baik dan lebih dekat kepada Allah SWT. 🤲