1. Ramadhan dan Nilai Waktu
- Allah memberikan kesempatan hidup di bulan Ramadhan, dan setiap detiknya sangat berharga.
- Yang sering “mencuri” waktu kita adalah kemalasan.
- Karena itu, manfaatkan waktu sebaik mungkin untuk memperbanyak ibadah dan amal kebaikan.
Ikhtisab
Ikhtisab adalah yakin sepenuhnya terhadap janji Allah.
Beribadah dengan harapan pahala dan keyakinan bahwa Allah pasti membalas setiap amal kebaikan.
2. Hakikat Hidup: Untuk Beribadah
Hidup di dunia adalah untuk beribadah kepada Allah.
Semua aktivitas bisa bernilai ibadah jika:
- Diniatkan karena Allah.
- Diawali dengan menyebut nama Allah.
- Dilakukan sesuai tuntunan syariat.
Bekerja adalah ibadah.
Rezeki adalah jatah dari Allah.
3. Interaksi dengan Al-Qur’an (5 Tingkatan)
- Tilawah
Membaca sesuai makhraj, tajwid, dan sanad yang benar. - Fahman
Memahami terjemah dan tafsirnya. - Imanan
Meyakini sepenuhnya isi dan kebenaran yang Allah sampaikan. - Amalan
Mengamalkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. - Ta’dhiman
Mengagungkan dan menghormati Al-Qur’an.
Ramadhan adalah momentum terbaik untuk memperbaiki hubungan kita dengan Al-Qur’an.
4. Pakaian Taqwa
“Pakaian taqwa adalah sebaik-baiknya pakaian.”
- Libasun berarti segala sesuatu yang dipakai.
- Ramadhan adalah waktu untuk membersihkan “pakaian rohani”.
- Bulan ini menjadi momen merajut kembali pakaian taqwa yang baru dan lebih baik.
5. Doa dan Fondasi Ibadah
- Doa disebut sebagai “otaknya ibadah” (inti dan penggeraknya).
- Perintah ibadah datang setelah Allah memberi nikmat makanan dan rasa aman.
- Ibadah tumbuh dari rasa syukur atas nikmat-Nya.
6. Amal yang Utama
1️⃣ Amal Hati (Paling Utama)
- Segala sesuatu tergantung pada niatnya.
- Ridha: rela menerima ketetapan Allah.
- Ikhlas: bersih, murni, suci hanya karena Allah.
2️⃣ Amal Akal
- Merenungkan penciptaan langit dan bumi.
- Memikirkan urusan umat dan kemaslahatan bersama.
- Berpikir untuk kebaikan umat lebih utama daripada ibadah panjang tanpa kepedulian.
3️⃣ Amal Jasad
Dilakukan dengan anggota tubuh:
- Mata
- Lisan
- Tangan
- Seluruh anggota badan dalam ketaatan
Kesimpulan
Ramadhan adalah kesempatan emas untuk:
- Mengalahkan kemalasan.
- Menguatkan keyakinan kepada janji Allah (ikhtisab).
- Memperbaiki hubungan dengan Al-Qur’an.
- Membersihkan hati dan memperbarui pakaian taqwa.
- Mengoptimalkan amal hati, akal, dan jasad.
Semoga Allah menjadikan Ramadhan sebagai momen perbaikan total lahir dan batin bagi kita semua. Aamiin. 🤲