Magelang — kabar menggembirakan dalam pengembangan program peternakan kambing perah di kebun syafaat. Pada bulan Maret 2026, kambing sapera yang menjadi bagian dari program pemberdayaan mulai menunjukkan hasil dengan kelahiran anak-anak kambing yang sehat.


Kelahiran pertama terjadi pada tanggal 9 Maret 2026, di mana seekor anak kambing sapera berjenis kelamin betina lahir dengan kondisi sehat. Selang beberapa hari, tepatnya pada 16 Maret 2026, kembali lahir dua ekor anak kambing sapera dari indukan yang berbeda, masing-masing berjenis kelamin jantan dan betina.
Dengan demikian, dari dua indukan yang telah melahirkan, total anak kambing yang kini ada di Kebun Syafa’at berjumlah tiga ekor. Kelahiran ini menjadi tanda positif bagi keberlangsungan program peternakan yang tengah dikembangkan.
Seiring dengan proses kelahiran tersebut, indukan kambing kini telah memasuki masa menyusui, sehingga produksi susu mulai aktif. Hal ini menjadi potensi besar dalam mendukung pengembangan usaha berbasis produk susu kambing, yang diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus meningkatkan nilai keberdayaan program.

Saat ini, dari total enam ekor kambing sapera yang dimiliki Kebun Syafa’at, dua di antaranya telah melahirkan, sementara empat kambing lainnya masih dalam kondisi bunting dan diperkirakan akan melahirkan dalam waktu mendatang.
Program pengembangan peternakan kambing sapera ini diharapkan mampu menjadi salah satu pilar pemberdayaan ekonomi, khususnya di sektor peternakan. Dengan bertambahnya populasi ternak dan mulai optimalnya produksi susu, Kebun Syafa’at optimis dapat memberikan dampak nyata, baik dalam aspek kemandirian usaha maupun kebermanfaatan.