1. Jawabannya: Bisa
Seseorang dapat melukai orang yang dicintainya, baik secara sadar maupun tidak sadar. Bahkan sering kali seseorang melakukan kesalahan karena ketidaktahuan, kelalaian, atau merasa bahwa apa yang dilakukannya sudah benar.
2. Bahaya Merasa Benar Padahal Keliru
Manusia terkadang menganggap sesuatu yang buruk sebagai kebaikan, dan menganggap sesuatu yang baik sebagai keburukan. Hal ini bisa terjadi karena kurangnya ilmu dan petunjuk dari Allah SWT.
Allah mengingatkan tentang hal ini dalam Surat Al-Kahfi ayat 104, yaitu tentang orang-orang yang sia-sia amal perbuatannya namun mereka mengira bahwa mereka telah berbuat kebaikan.
3. Ketidaktahuan Menjadi Sebab Kesalahan
Seseorang bisa saja berbuat dosa atau maksiat tanpa merasa bersalah. Bahkan ada yang merasa nyaman dan bangga dengan kemaksiatannya. Pada hakikatnya, mereka sedang menjerumuskan diri sendiri tanpa disadari.
Salah satu penyebab utamanya adalah ketidaktahuan terhadap ilmu agama dan akibat dari perbuatannya.
4. Adab terhadap Al-Qur’an
Di antara bentuk memuliakan Al-Qur’an adalah menjaga dan memperlakukannya dengan baik.
Contohnya, tidak melipat lembaran Al-Qur’an sebagai penanda halaman apabila tersedia pembatas (bookmark), karena hal tersebut kurang sesuai dengan adab memuliakan Al-Qur’an dan dapat merusak kerapian mushaf.
Catatan Penting
Ajal
Ajal adalah waktu yang telah Allah tetapkan bagi setiap makhluk. Tidak dapat dimajukan maupun diundur.
Kedzaliman
Tolak ukur kedzaliman adalah pelanggaran terhadap hak dan kewajiban.
Kedzaliman terbagi menjadi tiga:
- Kedzaliman kepada Allah SWT, yaitu menyekutukan-Nya atau tidak menjalankan kewajiban kepada-Nya.
- Kedzaliman kepada sesama manusia atau makhluk, yaitu melanggar hak-hak mereka.
- Melampaui batas, yaitu bertindak melebihi ketentuan yang telah Allah tetapkan.
Nasib
Nasib adalah hasil akhir yang telah Allah tetapkan bagi setiap hamba-Nya. Tugas manusia adalah berikhtiar dan bertawakal kepada Allah SWT.
Barakallahu fiikum.